SEPEDA HEBAT DAN PERHATIAN AYAH

Contoh Cerita Pendek  :

 

SEPEDA HEBAT DAN PERHATIAN AYAH

Seorang bocah kecil yang mempunyai rumah terbuat dari kayu ulin. Bocah kecil ini sangat senang dengan tempat tinggalnya yang berada di dalam gang. Rumah bocah kecil ini sangat bersih dan nyaman walau tidak ada pohon di halaman depannya hanya tanaman hias saja dan pagar yang berwarna abu-abu dengan hiasan pagar berwarna hitam. Walau tetapi dia tetap mensyukurinya apa yang telah di berikan oleh Yang Kuasa. Rumah bocah kecil ini sangat berarti baginya dan keluarganya dan juga dia selalu membersihkan rumahnya diwaktu senggang atau waktu libur.

Bocah kecil itu bernama James, James adalah seorang anak SD yang sangat senang bersepeda, menurut dia bersepeda seperti pembalap moto GP. Pada saat James pulang dari sekolah dia langsung pulang kerumah, saat sampai di rumah dia mengganti pakaiannya dan melaksanakan sholat dzuhur, setelah selesai sholat dia ke dapur untuk makan siang. Saat di sekolah tadi James diberi tugas oleh gurunya untuk merangkum sesama kelompoknya. Dia pun berangkat kerumah temannya dengan sepeda kesayangannya.

Sampailah James di rumah temannya, yang sudah ditunggu dengan kelompoknya, James dan kelompoknya mulai merangkum. Pada saat merangkum mereka bercanda tawa dengan tingkah laku James yang humoris, maka dari itu dia sangat disenangi oleh teman-temannya. Selain bercanda tawa mereka juga ngemil bersama dan bermain bersama. Dua jam James dan kelompoknya merangkum tugasnya hingga selesai, James dan kelompoknya pun pulang ke rumah masing-masing.

Di jalan menuju rumah, James bersepeda dengan santai di jalan raya yang ramai dengan kendaraan, dan saat itu dia melihat taksi yang berjalan pelan, “ahhh lama kali taksi ini, mending salip dan kebut saja” kata lubuk hatinya yang sedikit marah, sepedanya pun di kayuh dengan cepat, James melihat di depan ada tikungan yang dipenuhi pasir dan krikil, menurut James tikungan adalah hal yang terindah untuk dilewati dengan kecepatan tinggi seperti tikungan sirkuit moto GP. Tapi sebaliknya James malah terjatuh dan terseret di atas aspal yang dipenuhi pasir dan kirikil, yang membuat telapak tangan, sikut, dan lutut James berdarah dan memar, saat itu James menjadi pusat pandangan para pengendara, ada anak kecil melintas yang digoceng ibunya “hahahaha kakaknya jatuh” kata anak kecil tersebut, tetapi james menghiraukannya, walau hatinya sakit karena ditertawakan “bukannya ditolongin malah ditertawakan” kata James berbicara dengan suara pelan. Dan juga James di takjubkan dengan sepedanya yang tidak rusak walau menghantam trotoar yang dilihat oleh James tadi “hebat dan kuat kali kau sepeda” kata James dengan mengusap-ngusap setang sepedanya. James pun melanjutkan perjalanan pulang.

Sesampainya di rumah Bapak James menunggu James diteras rumah, James pun bercerita kajadian tadi kepada Bapaknya, saat itu juga james dimarahin oleh Bapaknya, dia hanya merintih kesakitan dan menyadari kesalahanya. Bapak James pun, mengambil betadin dan kain kasa untuk mengobati luka James. Bapak James ini sangat sayang dengan James. Tetapi James sering membuat kesalahan sehingga James dimarahin dan dipukul. Dan Bapak James pun menyuruh James untuk istirahat.  Saat istirahat dia berjanji pada dirinya sendiri tidak lagi mengendara dengan kecepatan tinggi, dan James trauma dengan kejadiannya tadi.

 

 

KARYA : ARIEF G. ARWANA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *