KARYA TULIS ILMIAH : Pengaruh Cahaya Matahari Pagi, Siang, Dan Sore

KARYA TULIS ILMIAH : Pengaruh Cahaya Matahari Pagi, Siang, Dan Sore

Pengaruh Cahaya Matahari Pagi, Siang, Dan Sore Terhadap Pertumbuhan Perkecambahan Kacang Hijau

 (vigna radiata)

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Kacang hijau (vigna radiata) adalah sejenis palawija yang dikenal luas di daerah tropis. Tumbuhan yang termasuk dalam suku polong-polongan (fabaceae) ini banyak memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari, seperti kacang hijau kaya akan vitamin seperti vitamin C, A, B1, asam folat, riboflamin B6, thiamin, niasin dan panthothenat, membantu menyehatkan gigi dan tulang, membantu pembentukan sel sel baru didalam tubuh.

Dalam hal pertumbuhannya banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. Faktor itu dibedakan menjadi 2 yaitu faktor eksternal (dari luar) dan faktor internal (dari dalam). Faktor internal itu meliputi Gen dan Hormon,sedangkan faktor eksternal itu meliputi suhu,nutrisi (nutrisi ini dibagi menjadi 2 yaitu makro-mineral : C,H,O,N,P,S,K ; mikro-mineral : Fe,Mg,Mn,Zn…), Air,Kelembaban,Oksigen , dan Cahaya. Cahaya memiliki banyak sekali peranan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Cahaya yang dibutuhkan tumbuhan tidak selalu sama pada setiap tanaman. Begitu pula dengan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau yang akan mengalami perbedaan pertumbuhan dan perkembangannya jika diletakkan ditempat yang intensitas cahayanya berbeda. Hal ini terjadi karena cahaya juga dapat menghalangi kerja hormon auksin dan menghambat pertumbuhan. Lain pula dengan tumbuhan yang diletakkan ditempat yang gelap akan lebih cepat pertumbuhannya (etiolasi) dibandingkan tumbuhan yang diletakan ditempat bercahaya, namun kecambah yang diletakkan di tempat yang gelap akan tumbuh dengan  pucat, kurus dan daunnya tidak berkembang.

B. TUJUAN PENELITIAN

  • Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap cepatnya perkecambahan.
  • Mengungkapkan sasaran yang akan dicapai.

C. RUMUSAN MASALAH

  • Adakah pengaruh intensitas cahaya terhadap cepatnya perkecambahan.

D. HIPOTESIS

Semakin banyak banyak cahaya yang diberikan pada perkecambahan maka hormon auksin semakin terhambat dan tidak dapat bekerja serta menghambat pertumbuhan, namun tumbuh dengan daun yang hijau dan sehat.

Semakin sedikit cahaya yang diberikan pada perkecambahan maka hormon auksin bekerja dengan baik dan akan lebih cepat pertumbahannya,namun tumbuh dengan warna yang pucat, kurus, dan daunnya tidak berkembang.

E. MANFAAT PENELITIAN

  • Dengan adanya penelitian ini menjadikan saya selaku penulis lebih mengerti mengenai pengaruh cahaya terhadap cepatnya perkecambahan yang kelak akan menjadi sebuah pengalaman yang menambah wawasan berpikir saya dan para pembaca.
  • Dapat dijadikan sebuah pedoman untuk dapat memproduksi kecambah dengan produk lebih unggul dari yang ada saat ini.

 

 

BAB II
KAJIAN TEORI

A. FAKTOR EKSTERNAL

  • Air

Fungsi air yaitu:

–      Untuk Fotosintesis

–      Mengaktifkan reaksi-reaksi enzim

–      Membantu proses perkecambahan biji

–      Menjaga (mempertahankan) kelembapan

–      Untuk transpirasi

–      Meningkatkan tekanan turgor sehingga merangsang pemebelahan sel

–      Menghilangkan asam asbisat

  • Suhu / Temperatur Lingkungan

Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman.

Untuk proses tumbuh dan perkembangan, tumbuhan memerlukan suhu yang sesuai. Suhu tersebut disebut suhu optimum. Suhu paling rendah   yang masih memungkinkan pertumbuhan disebut suhu minimum. Sedangkan suhu paling tinggi yang masih memungkinkan pertumbuhan disebut suhu maksimum.

Jenis tumbuhan satu dengan yang lain memiliki suhu minimum, suhu optimum, dan suhu maksimum yang berbeda – beda. Bagi tumbuhan suhu lingkungan   berpengaruh terhadap aktivitas kerja enzim. Umumnya tumbuhan tidak tumbuh di bawah suhu 0°C dan di atas 40°C . Kisaran suhu masih memungkinkan tumbuh dengan baik adalah 22°C – 37°C.

  • Kelembaban Udara

Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan.   Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.

  • Cahaya Matahari

Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan.

  • Nutrien

Tumbuhan memerlukan nutrien untuk kelangsungan hidupnya. Nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsur makro (makronutrien). Unsur makro misalnya karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium. Sedangkan nutrien yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (Mikronutrien). Contoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan, seng, tembaga, dan molibdenum.

Kekurangan nutrien di tanah atau media tempat tumbuhan hidup menyebabakan tumbuhan mengalami defisiensi. Defisiensi mengakibatkan tumbuhan menjadi tumbuh dan berkembang dengan tidak sempurna.

  • Kelembapan

Kelembapan ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui daun, karena transpirasi akan terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur hara terlarut. Jika kondisi lembap dapat dipertahankan, akan banyak air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuhan membesar.

  • Oksigen

Oksigen mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Dalam respirasi aerob pada tumbuhan, terjadi penggunaan oksigen untuk menghasilkan energi. Energi ini digunakan, antara lain untuk pemecahan kulit biji dalam perkecambahan, dan aktivitas tumbuhan. Apabila tumbuhan kekurangan Oksigen dapat mengalami kematian.

  • pH (Tingkat keasaman)

Derajat keasaman tanah (pH tanah) sangat berpengaruh terhadap ketersediaan unsur hara yang diperlukan oleh tumbuhan. Pada kondisi pH tanah netral unsur-unsur yang diperlukan, seperti Ca, Mg, P, K cukup tersedia. Adapun pada pH asam, unsur yang tersedia adalah Al, Mo, Zn, yang dapat meracuni tubuh tumbuhan.

B. FAKTOR INTERNAL

  1. Gen

Gen berperan dalam pengendalian metabolisme zat di dalam sel, misalnya proses sintesis protein. Protein merupakan komponen dasar penyusun tubuh makhluk hidup termasuk tumbuhan. Dengan demikian gen dapat mengatur pola pertumbuhan dengan cara menurunkan sifat-sifatnya dan sintesis-sintesis yang dikendalikannya, Sehingga genetis tanaman satu dengan yang lainnya akan memiliki pola pertumbuhan yang berbeda akibat susunan gen yang berbeda – beda.

  1. Hormon

Hormon ialah regulator pertumbuhan yang sangat esensial, yang dibuat pada satu bagian tumbuhan sedangkan respon pertumbuhan terjadi terhadap hormon di bagian tumbuhan lainnya, misalnya di akar, batang dan daun. Hormon pertumbuhan (fitohormon) yang telah kita kenal antara lain auksin, sitokinin, giberilin, etilen, asam absisat, asam traumalin, dan kalin.

  • Auksin

Istilah auksin berasal dari bahasa Yunani auxein yang artinya meningkatkan. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Fritts Went, seorang mahasiswa pascasarjana dari Belanda tahun 1926. Beberapa pengaruh auksin terhadap pertumbuhan antara lain :

  • Merangsang perpanjangan sel.
  • Merangsang pembentukan bunga dan buah.
  • Mempengaruhi pembengkokan batang.
  • Merangsang pembentukan akar lateral.

 

  • Giberelin

Hormon Giberelin pertama kali ditemukan di Jepang tahun 1930. Penemuan itu merupakan hasil penelitian tentang penyebab tanaman padi tumbuh sangat tinggi. Tanaman padi tersebut tidak mampu tumbuh tegak dan akhirnya mati.

Hal ini dikarenakan lemahnya batang dan rusak oleh parasit. Ternyata penyebab tersebut adalah cendawan Gibberella fujikuroi.

Beberapa pengaruh hormon Giberelin adalah:

  • Memacu pertumbuhan batang.
  • Merangsang perkecambahan biji dan tunas.
  • Merangsang pembungaan lebih awal sebelum waktunya.
  • Merangsang tanaman tumbuh sangat cepat sehingga mempunyai ukuran raksasa.

 

  • Sitokinin

Hormon sitokinin pada dasarnya suatu senyawa yang merangsang proses sitokinesis (pembelahan sel). bersama auksin yang mempengaruhi pembelahan sel atau sitokinesis. Sitokin diperoleh dari ragi santan kelapa, ekstrak buah apel, dan dari jaringan tumbuhan yang aktif membelah. Sitokinin yang pertama kali ditemukan ialah kinetin.

Beberapa fungsi sitokinin adalah:

  • Merangsang proses pembelahan sel.
  • Menunda pengguguran daun, bunga, dan buah.
  • Mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar.
  • Menghambat (menahan) menguningnya daun dengan jalan membuat kandungan protein dan klorofil yang seimbang dalam daun (senescens).

 

  • Asam Absisat

Zat ini merupakan zat penghambat tumbuh yang umum dijumpai pada tumbuhan. Zat dijumpai pada semua tumbuhan tingkat tinggi, beberapa jenis jamur, beberapa jenis lumut, ganggang hijau, namun tidak ditemukan pada bakteri.

Beberapa fungsi lainnya yaitu:

  • Menghambat perkecambahan biji.
  • Mempengaruhi pembungaan tanaman.
  • Mempengaruhi pucuk tumbuhan untuk melakukan dormansi.

 

  • Gas Etilen

Gas etilen adalah gas atau uap yang dihasilkan oleh buah yang sudah tua. etilen disintesis oleh tanaman dan berperan mempercepat pematangan buah, merangsang pembungaan, merangsang penuaan dan pengguguran daun serta menghambat pemanjangan batang.

Beberapa fungsi lainnya yaitu:

  • Membantu memecahkan dormansi pada tanaman, misalnya pada ubi dan kentang.
  • Mendukung pematangan buah.
  • Mendukung terjadinya abscission (pelapukan) pada daun
  • Mendukung proses pembungaan.
  • Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar.

 

  • Asam traumalin (hormon luka)

Tanaman mampu memperbaiki kerusakan atau luka yang terjadi pada tubuhnya. Kemampuan tersebut dinamakan regenerasi yang dipengaruhi oleh hormon luka.

  • Kalin

Kalin merupakan hormon yang mempengaruhi pembentukan organ.

  • Rhizokalin, mempengaruhi pembentukan akar.
  • Kaulokalin, mempengaruhi pembentukan batang.
  • Filokalin, mempengaruhi pembentukan daun.
  • Antokalin, mempengaruhi pembentukan bunga.

C. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula).

Sedangkan perkembangan merupakan proses terspesialisasi sel menuju ke bentuk dan fungsi tertentu yang mengarah ke tingkat kedewasaan yang bersifat kualitatif (tidak dapat dihitung) dan irreversible.

Perkecambahan dimulai dengan masuknya air ke dalam biji dan berakhir masa dormasi pada biji atau ditandai dengan munculnya akar dan batang pertama kali. Perkecambahan dibedakan menjadi dua, yaitu perkecambahan hypogeal dan epigeal.

Berdasarkan letak kotiledon pada saat berkecambah dikenal dua macam tipe perkecambahan, yaitu

  1. Perkecambahan Epigeal

Merupakan pertumbuhan memanjang dari hipokotil yang menyebabkan pluma dan kotiledon terdorong kepermukaan tanah.

  1. Perkecambahan Hipogeal

Merupakan pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah, tetapi kotiledon tetap berada di dalam tanah.

Tanaman kacang hijau mempunyai perkecambahan epigeal.

D. PROSES PERKECAMBAHAN

Awal perkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormansi. Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon batang). Radikula tumbuh ke bawah menjadi akar sedangkan plumula tumbuh ke atas menjadi batang.

Perkecambahan ditandai dengan munculnya kecambah, yaitu tumbuhan kecil dan masih hidup dari persediaan makanan yang berada dalam biji. Ada empat bagian penting pada biji yangt berkecambah, yaitu batang lembaga (kaulikulus), akar embrionik (akar lembaga), kotiledon (daun lembaga), dan pucuk lembaga (plumula). Kotiledon merupakan cadangan makanan pada kecambah karena pada saat perkecambahan, tumbuhan belum bisa melakukan fotosintesis.

Perkecambahan biji ada dua macam yaitu perkecambahan epigeal adalah perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon terangkat ke atas tanah, misalnya pada perkecambahan kacang hijau (Phaseolus radiatus) dan kacang tanah (Arachis hypogaea). Sedangkan perkecambahan hipogeal adalah perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon tetap tertanam di dalam tanah, misalnya pada perkecambahan kacang kapri (Pisum sativum), jagung (Zea mays), dan padi (Oryza sativa).

E. TANAMAN KACANG HIJAU

Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek(kurang lebih 60 hari). Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini:

Divisi               :           Spermatophyt

Sub-Divisi       :           Angiospermae

Kelas               :           Dicotyledonae

Ordo                :           Rosales

Famil               :           Papilionaceae

Genus              :           Vigna

Spesies            :           Vigna Radiata L.

Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu. Daunnya terdiri dari tiga helaian dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hiaju tua.

Batang kacang hijau berbentuk bulat dan berbuku-buku. Ukuran batangnya kecil, berbulu berwarna hijau kecoklatan atau kemerahan. Setiap buku batang menghasilkan satu tangkai daun, kecuali pada daun pertama berupa sepasang daun yang berhadapan dan masing-masing daun berupa daun tunggal. Batang kacang hijau tumbuh tegak dengan ketinggian mencapai 1 m, cabang menyebar ke semua arah.

Bungga kacang hijau berbentuk seperti kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri. Bunganya termasuk jenis hermaprodit atau berkelamin sempurna. Proses penyerbukan terjadi pada malam hari sehingga pada pagi harinya bunga akan mekar dan pada sore hari menjadi layu.

Buah kacang hijau berbentuk polong. Panjang polong sekitar 5-16 cm. Setiap polong berisi 10-15 biji. Polong kacang hijau berbentuk bulat silindris atau pipih dengan ujung agak runcing atau tumpul. Polong muda berwarna hijau, setelah itu berubah menjadi kecoklatan atau kehitaman. Polongnya mempunyai rambut-rambut pendek atau berbulu.

 

 

BAB III
METOLOGI PENELITIAN

A. Sampel

  • 2 buah sampel (1 sampel terang dan 1 sampel gelap)

B. Tempat

  • Lab Biologi di sekolah

C. Waktu Penelitian

  • 6 hari

D. Alat dan Bahan

  • 2 gelas plastik ( gelas bekas minuman gelas)
  • Kapas secukupnya
  • Biji kacang hijau secukupnya
  • Air secukupnya

E. Cara Kerja

  • Rendam kacang hijau selama 1-2 jam.
  • Siapkan 2 gelas plastik di potong jika perlu, bersihkan. Lalu masukkan kapas kering , lalu basahi kapas tersebut dengan air secukupnya.
  • Setelah kacang hijau di rendam selama sekitar 2 jam masukkan biji ke dalam gelas plastik masing -masing 4 biji ( sesuai kebutuhan) tulis pada gelas tersebut GELAP dan TERANG.
  • Letakkan masing -masing pada daerah TERANG (dapat menjangkau cahaya matahari) dan GELAP ( tak ada cahaya yang dapat menjangkau).

Amati selama 6 hari, ukur Setiap bagian pada kacang hijau dan catat pertumbuhan dan perkembangannya.

 

F. Data / Tabel Pengamatan

Sampel terang

Tanggal 30 juli 2016

Sampel biji Radikula Akar Hipokotil Kotiledon Plumula
1 0,5 cm 0,7 cm
2 0,7 cm 0,8 cm
3 1,4 cm 1,1 cm
4 0,7 cm 0,8 cm

 

Tanggal 31 juli 2016

Sampel biji Radikula Akar Hipokotil (tipe epigeal) Kotiledon plumula
1 0,5 cm 1 cm 0,7 cm
2 0,7 cm 1,4 cm 0,8 cm
3 1,4 cm 2 cm 1,1 cm
4 0,8 cm 1,7 cm 0,8 cm

 

Tanggal 1 agustus 2016

Sampel biji Radikula Akar Hipokotil (tipe epigeal) Kotiledon plumula
1 0,5 cm 1 cm 0,7 cm 0,7 cm
2 0,7 cm 1,4 cm 0,8 cm 1 cm
3 1,4 cm 2 cm 1,1 cm 2 cm
4 0,8 cm 1,7 cm 0,8 cm 1,4 cm

 

Tanggal 2 agustus 2016

Sampel biji Radikula Akar Hipokotil (tipe epigeal) Kotiledon plumula
1 3 cm 7,5 cm menyusut 1,5 cm
2 3,3 cm 7,6 cm Menyusut 2,5 cm
3 4 cm 8,2 cm Menyusut 2,5 cm
4 3,4 cm 8 cm Menyusut 2.3 cm

 

Tanggal 3 agustus 2016

Sampel biji Radikula Akar Hipokotil (tipe epigeal) Kotiledon plumula
1   3,5 cm 8 cm Menyusut 2,8 cm
2   3,8 cm 7,8 cm Menyusut 2,9 cm
3   4,2 cm 8,5 cm Menyusut 3 cm
4   3,9 cm 8,4 cm menyusut 2,7 cm

 

Tanggal 4 agustus 2016

Sampel biji Radikula Akar Hipokotil (tipe epigeal) Kotiledon plumula
1   4 cm 8,5 cm Menyusut 3 cm
2   4,5 cm 8,1 cm Menyusut 3,1 cm
3   4,8 cm 9 cm Menyusut 3,1 cm
4   4,3 cm 8,8 cm menyusut 3        cm

 

 

Sampel Gelap

Tanggal 30 juli 2016

Sampel biji Radikula Akar Hipokotil (tipe epigeal) Kotiledon plumula
1 1,3 cm 0,9 cm
2 1,4 cm 0,9 cm
3 0,3 cm 0,8 cm
4 1 cm 0,9 cm

 

Tanggal 31 juli 2016

Sampel biji Radikula Akar Hipokotil (tipe epigeal) Kotiledon plumula
1 2 cm   2 cm 0,9 cm 1 cm
2 2,5 cm   5 cm 0,9 cm 0,5 cm
3 0,4 cm   2 cm 0,8 cm
4 2 cm   3 cm 0,9 cm 0,8 cm

 

Tanggal 1 agustus 2016

Sampel biji Radikula Akar Hipokotil (tipe epigeal) Kotiledon plumula
1   3 cm 5,2 cm 0,7 cm 1,5 cm
2   4 cm 9,5 cm 0,7 cm 1 cm
3   0,3 cm 3 cm 0,8 cm
4   4 cm 7 cm O,8 cm 1,3 cm

 

Tanggal 2 agustus 2016

Sampel biji Radikula Akar Hipokotil (tipe epigeal) Kotiledon plumula
1   >3 cm 16 cm 0,7 cm 2 cm
2   >4 cm 17 cm 0,7 cm 1,9 cm
3   =0,3 cm 3 cm 0,8 cm
4   >4 cm 15,4 cm O,8 cm 2 cm

 

Tanggal 3 agustus 2016

Sampel biji Radikula Akar Hipokotil (tipe epigeal) Kotiledon plumula
1   >3 cm 18 cm 0,7 cm 2 cm
2   >4 cm 19 cm 0,7 cm 1,9 cm
3   =0,3 cm 3 cm 0,8 cm
4   >4 cm 17 cm O,8 cm 2 cm

 

Tanggal 4 agustus 2016

Sampel biji Radikula Akar Hipokotil (tipe epigeal) Kotiledon plumula
1   >3 cm 20 cm 0,7 cm 2,1 cm
2   >4 cm 21,2 cm 0,7 cm 2 cm
3   =0,3 cm 3 cm 0,8 cm
4   >4 cm 19 cm O,8 cm 2 cm

 

 

BAB IV
PEMBAHASAN

Penelitian di atas membandingkan pertumbuhan kacang hijau yang diletakkan di dua tempat berbeda, yaitu tempat terang dan gelap.Dari hasil penelitian di atas, kecambah kacang hijau yang paling cepat tumbuh adalah kecambah kacang hijau yang berada di tempat gelap.Tumbuhan kacang hijau di tempat gelap ini dengan begitu cepat tumbuh menjadi tinggi.

Faktor yang menyebabkan kecambah kacang hijau di tempat gelap lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan kecambah di tempat terang yaitu adanya pengaruh dari hormon auksin. Salah satu fungsi yang paling penting dari hormon auksin adalah merangsang pemanjangan sel pada tunas muda yang sedang berkembang. Hormon auksin dihasilkan pada bagian koleoptil (titik tumbuh) pucuk tumbuhan.Jika terkena cahaya matahari, auksin menjadi tidak aktif. Kondisi fisiologis ini mengakibatkan bagian yang tidak terkena cahaya matahari akan tumbuh lebih cepat dari bagian yang terkena cahaya matahari. Akibatnya, tumbuhan akan membengkok ke arah cahaya matahari.

Auksin yang diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan mempengaruhi pemanjangan, pembelahan dan diferensiasi sel tumbuhan. Auksin yang dihasilkan pada tunas apikal batang dapat menghambat tumbuhnya tunas lateral. Bila tunas apikal batang dipotong maka tunas lateral akan menumbuhkan daun-daun. Peristiwa ini disebut dominansi apikal.Inilah yang menjadi penyebab kecambah yang berada di tempat gelap lebih cepat pertumbuhan tingginya, dibandingkan dengan kecambah yang berada di tempat terang.

Namun ada kekurangan yang dialami oleh tumbuhan yang berada di tempat gelap. Tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap akan tumbuh lebih cepat, namun dengan kondisi tekstur batangnya sangat lemah dan cenderung warnanya pucat kekuningan, kurus, dan daunnya tidak berkembang (etiolasi). Keadaan ini terjadi akibat tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk pemanjangan sel-sel tumbuhan. Sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh di tempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relatif pendek, tekstur batangnya sangat kuat dan juga warnanya segar kehijauan serta daun berkembang baik.

 

 

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proses pertumbuhan dan perkembangan  tumbuhan membutuhkan cahaya. Namun, banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu pula dengan tumbuhan kacang hijau.

Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkecambahan biji kacang hijau, biji kacang hijau yang diletakan ditempat gelap dan terang akan mempunyai perbedaan. Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, dan kokoh. Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi), daunnya tipis, berwarna pucat, dan batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi (primer). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang telah dibuat sebelumnya telah benar.

B. Saran

Sebaiknyapercobaan dilakukan dalam waktu yang lebih lama agar terlihat lebih jelas dan lebih detail dalam menyimpulkan perbedaan antara tumbuhan yang berada ditempat terang dan berada ditempat gelap.

 

 

LAMPIRAN

GAMBAR HASIL DARI PERKECAMBAHAN (TERANG)

 

 

GAMBAR HASIL DARI PERKECAMBAHAN (GELAP)

 

Baca Juga Artikel Dampak Positif dan Negatif Jejaring Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *