Bahasa Indonesia Sifat-Sifat Tokoh Dalam Novel

Bahasa Indonesia Sifat-Sifat Tokoh Dalam Novel

TUGAS BAHASA INDONESIA

Sifat-Sifat Tokoh Dalam Novel

A. Sifat-Sifat Tokoh Dalam Novel
Tokoh dalam Novel Dalam menggambarkan watak para tokohnya, ada beberapa cara yang dapat
dilakukan pengarang, antara lain:
a. penggambaran secara langsung
b. secara langsung dengan diperindah
c. melalui pernyataan atau perkataan tokoh itu sendiri
d. melalui dramatisasi
e. melalui pelukisan terhadap keadaan sekitar pelaku
f. melalui analisis psikis pelaku
g. melalui dialog pelaku-pelakunya.

Tiga Dimensi Watak
Dimensi psikis (kejiwaan)
Psikis atau kejiwaan dilakukan dengan pelukisan temperamen tokoh, apakah tokoh itu baik hati, penyabar, murah hati, dermawan, pemaaf, ataukah sebaliknya.

Dimensik fisik (jasmaniah)
Penggambaran watak dari dimensi fisiologis atau keadaan fisik dapat dikaitkan dengan ciri fisik, tinggi badan, warna kuit, bentuk muka, potongan rambut, umur, jenis kelamin, dan lain-lain.

Dimensi sosiologis
Penggambaran watak dari dimensi sosiologis melukiskan pandangan hidup, pangkat atau kedudukan didalam masyarakat, profesi atau pekerjaan, kekayaan, dan lain-lain.

B.  Jenis-Jenis Alur Novel
Menurut jenisnya, alur terbagi menjadi tiga bagian seperti berikut ini:
a. Alur maju (progresif), adalah sebuah alur yang diceritakan dari masa lalu ke masa sekarang dan kemasa yang akan datang.
b. Alur mundur (flash back), adalah alur yang diceritakan dari masa sekarang menuju ke masa lalu.
c. Alur campuran (alur maju mundur/gabungan) merupakan alur yang diceritakan dari masa lalu ke masa sekarang kembali lagi ke masa lalu, kemudian ke masa yang akan datang atau sebaliknya.

C. Tahapan Alur Novel
Alur cerita dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut:
a. Perkenalan, merupakan paparan awal cerita. Dimana pengarang mulai memperkenalkan tempat kejadian, waktu, topik dan tokoh-tokoh.
b. Konflik, bagian dari cerita ketika pelaku sudah mulai merasakan adanya suatu permasalahan.
c. Penanjakan, bagian cerita yang menunjukkan adanya konflik mulai bertambah menuju puncak konflik.
d. Klimaks, bagian cerita yang melukiskan permasalahan berada pada titik paling puncak.
e. Ketegangan menurun, pada tahap ini konflik menurun. Emosi yang memuncak sudah berkurang.
f. Peleraian, pada bagian ini penyelesaian dapat didapatkan oleh pengarang, dapat juga menggantung dengan tujuan pembaca mampu menafsirkan sendiri penyelesaian ceritanya.

D. Ciri-Ciri Novel Angkatan 20-30-an
Novel Angkatan 20-an memiliki karakteristik sebagai berikut.
a. Isi novel menggambarkan pertentangan paham antara kaum tua dengan kaum muda
b. Isi novel menampilkan persoalan kawin paksa.
c. Isi novel menggambarkan jiwa kebangsaan yang belum maju.
d. Gaya bahasa dalam novel lebih sering menggunakan syair, pantun, dan pepatah.

Novel Angkatan 30-an memiliki karakteristik sebagai berikut.
a. Pengarang lebih bebas menentukan nasib karya sastranya sendiri,
b. Isi novel menampilkan persoalan yang dihadapi masyarakat kota,
c. Novel Angkatan 30-an menggambarkan cara menggunakan kebebasan dan fungsi kebebasan,
d. Novel Angkatan 30-an tidak menggunakan pepatah, bahasa dalam novel lebih sering menggunakan ungkapan.

E. Perbedaan Karakteristik Novel 20-30-an dengan Novel Mutakhir
Ciri-ciri yang menonjol dari karya sastra Angkatan 20-30-an sebagai berikut:
a. Banyak dijumapi surat-surat yang panjang dan sering kali diselingi dengan pantun atau puisi-puisi panjang,
b. Banyak terdapat dialog yang berkepanjangan, dan seringkali dialog tersebut tidak masuk akal baik saatnya maupun isinya,
c. Banyak dialog yang digunakan untuk nasihat atau pendidikan,
d. Bahasa yang digunakan memakai saya dan ragam yang khaspada masa itu,
e. Tema yang diangkat berupa problem adat dan tema pendidikan,

Secara garis besar ciri-ciri karya sastra mutakhir meliputi hal-hal berikut ini:
a. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia yang kadang dipengaruhi oleh bahasa Inggris
b. Cara bercerita dalam karya sastra modern singkat, padat, dan lugas
c. Tema yang diangkat telah mendapat pengaruh politik, kebudayaan akar tradisi, sejarah, dan psikologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *