Pembalap Berkuda yang Belia

Pembalap Berkuda yang Belia- Haloo guys, pada artikel yang ini membahas tentang event yang diadakan di daerah paling barat Indonesia di Aceh. Tradisi ini hanya diadakan setahun dua kali. Saat hari ulang tahun desa dan Hari Ulang Tahun Indonesia. Event ini tidak biasa, sangat unik dan menarik guys!

Indonesia memang terkenal dengan segala kebudayaan dan juga tradisi di masing-masing wilayahnya. Masing-masing daerah di Indonesia memiliki keragaman budaya bermacam-macam. Salah satu yang menjadi viral adalah traadisi pacuan kuda yang dilakukan oleh masyarakat Gayo.

 

Pacuan tradisional ini merupakan salah satu daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Tradisi pacuan kuda sudah menjadi tradisi sejak lama, bahkan sebelum Belanda menginjakkan kaki di tanah penghasil kopi ini. Dilansir dari Kompas.com, , Win Rudhi Bathin (50), tokoh masyarakat adat setepat menjelaskan tujuan penyelenggaraan pacuan kuda oleh masyarakat Gayo yaitu untuk menyambut atau merayakan masa panen padi yang berlangsung antara bulan Agustus dan September.Pembalap Berkuda yang Belia

Derap langkah kaki kuda berpacu dengan debu-debu yang berterbangan ditambah dengan sorak-sorai penonton menjadi penyemangat joki-joki cilik memacu kuda-kuda ras campuran. Suasanya lenggang dan udara sejuk yang biasanya menyambangi pelataran Aceh bagian tengah berubah total kala atraksi pacuan kuda diadakan. Pacuan kuda merupakan event tahunan yang biasanya diadakan oleh Suku Gayo yang tinggal di Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah. Tiga kabupaten yang kerap mendapat jurukan ‘tiga bersaudara’ karena memiliki kesamaan budaya dan geografis.

Pembalap Berkuda yang Belia

Yang unik, para joki kuda usianya masih belia, yakni 10 – 15 tahun. Joki kuda berpacu dengan jagoannya tanpa helm pengaman dan pelana. Lihatlah, para joki-joki kuda yang masih muda belia bersiap untuk melakukan pacuan kuda di arena pacuan. Mereka tampak sangat bergembira dan bersemangat menyambut tradisi pacuan kuda ala masyarakat Gayo ini. Sedikitnya ada 300 kuda yang ikut menjadi peserta pacuan kuda yang diadakan dalam kurun waktu setahun dua kali ini.

Mungkin yang menjadi daya tarik adalah tradisi ini hanya dilakukan oleh para anak-anak saja dan bukannya orang dewasa. Anak-anak ini pun sepertinya sudah terlatih dan terbiasa melakukan tradisi pacuan kuda Gayo ini.

Pembalap Berkuda yang Belia

Pertandingan ini tidak pernah sepi peserta, tercatat pada pertandingan terakhir yaitu pertengahan Januari 2017, ada 325 kuda yang berlaga di Lapangan Sengeda Bener Meriah. Selain memperebutkan hadiah berupa uang tunai, ada sederet keuntungan lain yang menjadikan event ini banjir peminat. Semisal menjadi populer dan meningkatnya nilai jual kuda juga menjadi alasan lain. Namun pada hakikatnya, atraksi kebudayaan ini bukan hanya ajang unjuk gigi semata, karena event ini merupakan pesta rakyat yang dirayakan dengan suka cita oleg masyarakat Gayo baik di Tanoh Gayo maupun di luar. Berminat masuk ke landasan pacuan kuda bersama puluhan kuda yang sedang berlaga? Anda wajib datang ke acara yang akan diadakan 20 Maret mendatang di Tanoh Gayo.

Selamat Mencoba!

 

 

Post Author: gilanglagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *