Bidadari Cantik dan Kuat dari Kaki Gunung

 

Bidadari Cantik dan Kuat dari Kaki Gunung- Bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala, dan Sigi pada 28 September 2018 lalu meninggalkan beragam kisah inspiratif. Salah satunya tentang ketegaran seorang anak perempuan cantik bernama Jihan Zahira yang berada di kaki Gunung Gawalise, sisi barat Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Bidadari Cantik dan Kuat dari Kaki Gunung

Sosok anak yang baru menginjak usia 3 tahun tersebut pertama kali diangkat di media sosial oleh seorang relawan, Bayu Andrein. Ia menuju lokasi bencana di Palu bersama Yayasan Karampuang yang bekerja sama dengan UNICEF pada 12 Oktober 2018.

 

Anak perempuan berusia 3 tahun itu mencuri perhatian publik setelah seorang relawan mempublis potretnya di media sosial. Salah satu korban tsunami Palu yang mencuri perhatian publik beberapa waktu ini adalah Jihan.

 

Selama ini Jihan tinggal bersama nenek dan sang ayah yang diketahui tengah sakit.Sedangkan ibundanya tengah bekerja di Arab Saudi. Bayu juga mengungkapkan, untuk persoalan adopsi, sebaiknya langsung ditanyakan kepada keluarga Jihan.

Bidadari Cantik dan Kuat dari Kaki Gunung

Jihan merupakan anak perempuan cantik korban tsunami Palu yang mencuri perhatian karena ketegarannya menghadapi bencana di Palu, Sulawesi Tengah. Anak perempuan berusia 3 tahun itu mencuri perhatian publik setelah seorang relawan mempublis potretnya di media sosial.

 

Tak hanya berparas cantik, ketegaran Jihan-lah yang membuat banyak orang kagum. Bagaimana tidak, bocah 3 tahun itu sama sekali tidak meneteskan air mata meski mengalami kondisi seperti itu.

“Jihan tidak boleh menangis om, nanti Allah marah,” ucap Jihan yang sedang berbicara dengan salah satu relawan.

Bidadari Cantik dan Kuat dari Kaki Gunung

Melalui akun Instagram pribadi, Relawan ini membagikan deretan unggahan tentang Jihan dan kondisi di lokasi bencana. Jihan tetap terlihat kuat, tegar, dan ceria meski rumahnya hancur berantakan usai bencana gempa terjadi.

 

Melihat kekuatan dan ketegaran Jihan usai gempa dan tsunami Palu, Para Relawan dan warganet tiada hentinya memberikan dukungan dan doa.

 

“Mungkin saya tidak akan selalu bersamamu tapi doa kami semoga yg mendatangimu dari berbagai penjuru telah ALLAH sisipkan sebuah berkah untukmu pada kedua tangan mereka. Amin,” tulis Bayu sang Relawan.

 

 

 

Post Author: gilanglagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *